CoD Buku Tapi Transfer Dulu
Rabu Sore (14/2) aku CoD buku "Dasar-dasar Pendidikan Anak Usia Dini" dengan seorang perempuan. Dia awalnya menghubungiku lewat BukaLapak.
Dalam sebuah chat...
"Buku ini masih ada gan?"
"Masih Ada."
"Bisa CoD?"
"Maaf, hanya bisa kirim via ekspedisi. Kalau mau CoD boleh, tapi Transfer dulu," Aku bilang begini karena menghindari PHP dan aku kira kalau dia benar membutuhkan buku ini, pasti mau lah.
"Oya boleh. Minta nomor rekeningnya."
Setelah saya beri, beberapa detik kemudian dia selesai transfer menggunakan M-Banking dan menunjukkan screenshot bukti transfernya.
"Bisa ketemu nanti jam 4an sore setelah saya pulang kerja?"
"Bisa CoD jam 5 sore gan di Alfamart Timoho dekat Kampus UIN Sunan Kalijaga."
"Oke boleh jam 5."
Saya beri dia nomor WA saya di chat BukaLapak. Sore dia chat WA saya.
"Saya sudah di Alfamart."
"Ok aku ke situ. Pakai kaos hitam dan bawa tas." Adab CoD semestinya begini. Mesti memberi info deskripsi agar nanti tidak saling bingung orang yang mau kita temui itu yang mana.
Di kursi sana aku lihat dia tersenyum. Wow manis juga. Dia cantik, pakai jilbab hitam, baju kelabu dan jins hitam.
Kami pun ngobrol sebentar.
"Benar ini bukunya Mba?"
"Iya benar mas."
"Kuliah di mana Mba?"
"Saya udah kerja. Ini buku buat Tante saya di Semarang."
"Oh tantenya dosen ya?"
"Iya tapi sambil lanjut juga kuliahnya."
"Eh Iya, Mba nya kok percaya ke saya. Mau Transfer dulu ke saya?" Aku nyengir...
"Iya percaya aja... Habis cari ke mana-mana juga gak ada. Cari di shoping gak ada. Di Gramedia gak ada. Cek di websitenya Togamas gak ada. Ya akhirnya cari di online. Nemu sih tapi harus grosir belinya. Ada yang gak grosir tapi dia bisanya kirim. Kan males juga kalau kirim harus nunggu satu-dua hari lagi. Habis itu aku juga kirim lagi buat ke Semarang. Jadi penginnya langsung ambil aja biar cepat."
"Oh gitu... Iya buku ini emang gak semua tempat punya. Soalnya aku lumayan hapal stok-stok buku di Jogja."
"Oh iya to Mas? Boleh lah kapan-kapan kalau butuh lagi aku hubungi njenenengan."
"Iya mba siap. Kalau mba nya kerjanya di mana?"
"Saya di Kepatihan, di Kantor Gubernur."
"Kalau dulu kuliahnya di?"
"UGM D3."
"Oya mungkin itu dulu ya mba. Terima kasih ya..."
"Iya sama-sama Mas." Dia bangkit dari tempat duduk dan memberikan tangannya untuk bersalaman. Kami pun saling berjabat tangan dan kemudian berpisah.
Dia orang Jogja asli. Orang Jogja asli memang ramah-ramah. Dan nyaman kalau diajak bicara.
***
Selesai ditulis Rabu, 15 Februari 2018 Pukul 11.42
Komentar
Posting Komentar