Aku Hapal Letak Buku
Sudah puluhan kali, aku menang dalam perlombaan "mengambil buku dari raknya" melawan para karyawan toko buku. Meski aku bukan karyawan toko, tapi aku punya skill seperti karyawan toko karena aku sering di toko dan mengamati.
Toko Buku yang sering aku masuki adalah SAB UIN (aku terbiasa menyebut SAB UIN, nama aslinya sih SAB Ambarukmo). Lokasinya deket banget dengan kosku dan dekat dengan kampus UIN Sunan Kalijaga. Toko berlantai dua ini ada puluhan ribu judul buku. Kebanyakan buku kuliah, agama, pelajaran. Buku novel, buku anak dan motivasi/bisnis ada beberapa judul saja.
Karyawan di SAB UIN menurut saya kurang tangkas dan terampil. Lebih banyak duduk dan ngobrol dengan sesama karyawannya. Beberapa kali ada pelanggan tanya "buku ini ada?" Mereka menjawab kosong. Kadang memang kosong beneran, tapi kadang itu sebenarnya masih ada. Cuma mereka itu kurang hapal dan malas ribet nyarinya (gampang nyerah). Soalnya begini... Beberapa kali mereka jawab kosong, tapi saat aku turun tangan sendiri, aku berhasil menemukannya dan mereka jadi malu... Seperti ada tamparan "masa pembeli buku lebih tahu dari pada karyawan toko buku?"
Aku sudah memfoto ribuan buku di SAB UIN. Aku sampai hafal ada floor/rak buku pelajaran, buku agama, ilmu sosial, filsafat, Antropologi, Sejarah, Komunikasi, Pendidikan, Statistik, Kedokteran/Kesehatan, Lingkungan, Peternakan, Bahasa dan Sastra, Manajemen, Hukum, Kamus, Ketrampilan, Olahraga, Motivasi dan Bisnis, DLL.
Kalau kamu tanya ke karyawan SAB UIN, "kenal gak dengan Amin Sahri" Mereka pasti jawab kenal dan bilang "Tiap hari dia malah ke sini, kadang kakaknya juga ke sini." Aku terlalu sering ke SAB UIN, mungkin sampai para staf SAB UIN "bosan" lihat penampakanku. Tapi gak juga ding... Mereka senang lah, soalnya aku sering belanja buku... Mungkin mereka bosannya kalau aku lama di toko itu foto-foto buku. Tapi aku cuek aja...
Toko Buku SAB UIN sudah ku anggap seperti rumahku sendiri. Aku mau tiduran di lantai, mau foto sambil berdiri, sambil jongkok; bebas aja. Gak mungkin ada karyawan yang berani negurku. Hehe. Soalnya aku lumayan berjasa membuat SAB UIN jadi laris... Aku sering banget belanja buku di sini. Kalau misal rata-rata per hari aku belanja 350.000 di sini, berarti sebulan menyumbang omset 10,5 juta. Ya lumayanlah segitu (itu termasuk urutan tertinggi di banding aku belanja ke toko-toko yang lain). Dalam sebulan aku belanja buku sekitar 60 juta (terbagi ke sekitar 30 tempat).
Kembali soal hapal letak buku. Kadang juga kakakku atau karyawan freelance-ku aku suruh ke SAB UIN, dia tidak berhasil menemukan buku yang mau dibeli. Mereka bilang, "karyawan SAB nyari-nyari gak ketemu terus bilang kosong." Nah, nah... Akhirnya aku turun tangan sendiri. Aku yakin buku itu masih ada, setelah aku cari sendiri beneran ketemu.
Hampir setiap sudut-sudut meja dan rak buku sudah aku sisiri, aku amati dengan saksama. Tak hanya itu, beberapa hamparan buku aku foto-foto dan aku taruh di grup WA ku. Biar sewaktu-waktu aku lihat stok judul-judul yang ada di SAB UIN cukup lewat HP saja.
***
Jogja, 30 Januari 2018
Komentar
Posting Komentar